FAI UMGO Gelar Young Muslim Entrepreneur, Padukan Inspirasi Bisnis dan Kepedulian terhadap Pendidikan Mahasiswa
Gorontalo, 16 September 2026 — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menyelenggarakan Talk Show Bersama Pengusaha Muda Muslimah Gorontalo dengan tema “Young Muslim Entrepreneur: Dari Niat Baik Menuju Bisnis yang Mandiri dan Berkah”. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Gedung Aula LPPM UMGO, menjadi ruang edukatif bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kewirausahaan sekaligus membangun semangat kemandirian ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III UMGO Bidang Kemahasiswaan dan dihadiri oleh para Dekan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Gorontalo, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Kehadiran berbagai unsur civitas akademika menunjukkan dukungan terhadap penguatan kapasitas mahasiswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengembangan potensi, kewirausahaan, dan kepedulian sosial.
Talk show menghadirkan sejumlah pengusaha muda Muslimah Gorontalo yang telah mengembangkan usaha di berbagai bidang, di antaranya owner Moya Shop, Rizky Grosir, DK Mart, Pink Store, Depula Mom Al, Raisa Collection, Parfum I and You, Air H+, dan Takasimura. Kehadiran para pelaku usaha tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan pengalaman langsung mengenai proses membangun bisnis, mulai dari merintis usaha, membaca peluang, menghadapi tantangan, membangun kepercayaan konsumen, hingga menjaga keberlanjutan usaha.
Mengusung tema “Dari Niat Baik Menuju Bisnis yang Mandiri dan Berkah”, kegiatan ini menekankan bahwa kewirausahaan dalam perspektif Islam tidak hanya berkaitan dengan pencapaian keuntungan, tetapi juga menyangkut niat, proses, etika, tanggung jawab, serta kebermanfaatan yang dihasilkan. Mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan ide dan potensi yang dimiliki serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas kewirausahaan.
Selain menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi dari para pengusaha muda, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan studi dari Komunitas Teman Hijrah kepada mahasiswa yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa sekaligus wujud nyata semangat berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama.

Bantuan studi yang diberikan berupa Rp2.500.000 per semester dan Rp5.000.000 bagi mahaFAI UMGO Gelar Young Muslim Entrepreneur, Padukan Inspirasi Bisnis dan Kepedulian terhadap Pendidikan Mahasiswawa yang membutuhkan, dengan ketentuan bahwa mahasiswa yang bersangkutan berada pada desil 1–5 sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penyerahan bantuan secara simbolis dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum yang memperkuat pesan bahwa pengembangan generasi muda tidak hanya membutuhkan penguatan kompetensi dan motivasi, tetapi juga dukungan nyata agar mereka dapat terus memperoleh akses dan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan.
Rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan para narasumber, menggali pengalaman serta strategi dalam membangun usaha, sekaligus mendapatkan perspektif mengenai pentingnya membangun karakter, kemandirian, dan integritas dalam kehidupan.
Melalui kegiatan ini, FAI UMGO terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang mampu mengembangkan mahasiswa secara menyeluruh, baik dari aspek keilmuan, keterampilan, karakter, kewirausahaan, maupun kepedulian sosial. Kolaborasi antara institusi pendidikan, pelaku usaha, dan komunitas sosial diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang pembelajaran dan dukungan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Kegiatan Talk Show Young Muslim Entrepreneur sekaligus penyerahan bantuan studi ini diharapkan menjadi momentum yang memberikan inspirasi dan manfaat nyata bagi mahasiswa. Berawal dari niat yang baik, dikembangkan melalui potensi dan kerja keras, serta dijalankan dengan prinsip kejujuran dan nilai-nilai Islam, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.